5 days…Jepara

August 9th, 2007 by tonie-kun

Kuberjalan tanpa arah dan tujuan
mencari tanpa jejak yang jelas
Mencoba mangingat sesuatu yang kau beri
dan ku temukan bayang wajahmu
dilangit yang berhiaskan burung burung terbang
diterpaan dinginnya semilir angin yang menari dipermukaan laut
disilau sinar mentari Yang cahayanya menembus jiwa
menjadikannya sebuah lagu yang memulihkan hatiku
Takkan pernah berhenti..
takkan pernah terganti..   
Kisah ku yang merindukan dirimu    
Tak mampu meski semua yang berlalu
tlah kucoba Pahami dan terus kuyakini
jerit suara didalam hatiku..
masih terus memanggil namamu…
dengarkan aku memanggilmu…
meraung,mengiringi mentari yang merayap datang
meraung,menggaung kelangit pagi kota jepara ini
dengarkan aku memanggilmu…
mengalir bersama lirihnya hembusan angin
Hingga akhir nanti.

misss u

2 weeks…Cibinong

August 9th, 2007 by tonie-kun

Masih adakah cinta untukku
Biarkan kusambut dengan sisa umurku
Walau secuil setitik harapan
kan kugapai cinta Sandaran hidupku
Namun dirimu
Akankah mengerti…
Akankah sadari…
Bahwa kaulah wanita yang mampu meluruhkan hatiku
Kau bagaikan bunga terindah yang mekar ditaman hatiku
Kau bagaikan embun penyejuk sejukkan sgala resah hatiku
Mungkin kau takkan tahu perasaan hatiku
Hanya dirimu yang aku puja..
Mungkin kau takkan tahu apa isi hatiku
Hanyadirimu ynag aku damba..
kasihku..
jangan kau melupakan janji kita tuk saling setia
Walau apa yang terjadi kau berkata kita harus saling percaya

Bila Aku Jatuh Cinta

January 18th, 2007 by tonie-kun

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa…

January 18th, 2007 by tonie-kun

Allah yang Maha Pemurah…

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU…

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya…
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya…

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni…
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya…
ya Allah tolong satukan hati kami…
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya…
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya…

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan…

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia…

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini…
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU…

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya…
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU…

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan….

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya…

12 januari

January 12th, 2007 by tonie-kun

Kau berikanku kebahagiaan
Kau berikanku sejuta senyuman
Kau berikanku ketenangan hati
Kau berikanku tempat ‘tuk bersandar

    Memang salahku yang begitu mudah terbuai
    Memang salahku yang begitu mendambakanmu
    Memang salahku yang selalu memimpikanmu
    Memang salahku yang selalu ingin kau disini

Kini kuhanya dapat memikirkanmu dalam khayalku
Mengenang setiap detikku bersamamu
Mengenang setiap helai nafas saat kau disisiku
Mengenang setiap senyum yang kau beri padaku

Sepinya dunia ini tanpa ceriamu
Tanpa tawamu …
Tanpa senyummu …
Tanpa suaramu …
Tanpa kabar darimu …
Dan tentunya … Tanpa kehadiranmu

12 januari 2007

January 12th, 2007 by tonie-kun

kau terdampar di pulau kecil itu,sayangku. sedari dulu, sejak kau terpisah dari rasi mu, dan terjerembab di pulau jauh diseberang selatku. sejak itu,mulai kubaca kesal dan kegelisahanmu yang setiap saat kau pagutkan dilangit.ya,yang setiap saat.yang setiap kau pagutkan ketika sang malam yang berjubah keangkuhan membunuh senja. kemudian, dia menikam-nikam besama kegaduhan yang ketika itu juga mulai berdatangan. kegaduhan dari selatku yang menamparkan-namparkan gelombang kepulau itu hingga melukai matakaki hingga merasukkan rindu ke matahatimu.

kau terdampar di pulau kecil itu,sayangku. bergegaslah membangun sebuah dermaga,dari sisa-sisa tirani sebuah negeri kertas tak berbendera yang sebelumnya pernah melumatkanmu. ya, bangunlah sebuah dermaga dari kibasan pasir dan tulang belulang cumi serta onggokan buah kelapa kering yang berserakan disepanjang pantai pulau itu, hingga berdiri harapan yang mencabikcabik jubah keangkuhan malam dan menghalau kegaduhan selat ku.

10 des 2006

December 10th, 2006 by tonie-kun

bagaikan biola geseklah aku ke nada nada termanisku
bagaikan biola kendurkanlah senar senarku sampai terlepas jatuh
dan geseklah aku, geseklah aku, dengan visa gold master card..
geseklah aku hingga beterbangan bunga api
geseklah aku hingga malam tersipu sipu

geseklah aku sampai tercatat berapa derajat selsius, dua desimal
di belakang koma suhu nafasmu
geseklah aku, hingga badak yang paling singa dalam diriku pun
jinak menjadi panda yang paling teddybear

geseklah aku melebihi gesekan perebutan kekuasaan elit politik!
geseklah aku sehingga jarum jam membeku, dan detaknya luruh hilang
(bersamanya kita lupakan sejenak kritik sosial, malam ini sosial sedang sudah lelah dikritik)

    mari! sini! kugesek hingga ranggas semua dahan bertunas
    hingga lepas segala cemas
    larut mengerut lalu licin lembut laksana belut
    yang liar mengobar debar dan lapar
    yang cuma pudar dengan gerakan halilintar
    pudar lapar-mu, tandus haus-mu, enyah dahaga-mu

geseklah akuuuu

    kugesek kamuuuu
    sampai-sampai seluruh jarum jam pun tak mampu menahan hentakannya sendiri
    hingga serupa bingung yang hinggap

geseklah aku di setiap milimeter persegi permukaanku,
setiap dot per inch matrix pori poriku

    mana rela aku membiarkan setiap titik..
    mana rela aku mengacuhi setiap detik

sekalipun jarum jam membeku dan kini detik adalah nafas

   napas yang merajut waktu, lalu kita seperti mengelupas

geseklah aku seraya aku memetakan geologi geografi dan topografi,
serta demografi segala perjalanan rasa rindumu yang membanjir meruap ruah

    lalu orang mengira peta itu perlu dirayakan kejadiannya
    dan dibuatlah acara launching-nya
    menyaingi acara launching peta hijau yogyakarta

ah biarkan yogyakarta menari
malam ini yogyakarta tak ada dalam peta
yang ada hanya kau, menipis nisbikan malam
menggesek habis waktu dan ruang

    tapi, ini belum malam, sayang…
    cemburukah malam bila kita memulainya pada senja?

tatapmu menggesek pandanganku, menyisakan cahaya lamat di jendela,
yang aku tak pasti, apa itu bulan atau mentari, atau neon yang tak bermarka waktu

    semua aku di matamu, semua aku di napasmu, semua aku di gairahmu
    …. aku tersesat di rimbamu
    ya! aku butuh pintu ‘tuk lalukan rindu

bumimu menjadi tropis, terpanggang kerinduan yang tertahan
maka runtuhkan dinding itu luapkan rindumu tanpa halang,
angin hanya terpejam di sini
rindumu bagai hujan tak tak terserap tanah gunung merapi,
meluap 80 senti di bukit turgo,
dalam enam jam akan membanjiri yogyakarta

    dan sedetik lewat dari enam jam,
    badai dahsyat meluluhlantakkan yogyakarta tanpa penat!
    itulah
    rinduku
    rindumu
    liku rindu

 

    karena semua getar uratmu di mataku
    gerak akar adalah gejolak purbamu di mataku
    riak ombak adalah erangmu di telingaku
    kelepak sayap unggas adalah irama hasratmu di rasaku

yang mengembalikan kita semua pada tatap dan hadap
kau sungai tempat pulang hewan buas yang terluka
menyingkirkan segala sisa kesumat dan serapah,
dan mengembalikan ku ke masa kanak,
membawaku pulang berlabuh di wilayah yang tak mengenal kemarin dan esok

    kau datang menenteng luka berselimut peluh
    yang letih meraja di inci tubuhmu
    dan aku begitu merasa bertemu rindu
    untuk membalurimu dengan alir tersejukku
    membasuh lukamu dengan segala yang mengalir di riak-lembutku
    mengompres lebammu dengan selendang salju dari puncak bukit itu
    merendammu dalam pusaranku
    dengan sebentuk kesumat hasrat yang memusat hingga benar-benar lekat

    hingga kita tak pernah lagi mengenal ukuran
    ibu segala bentuk dan jarak
    Lalu debur yang ada sesudah itu tak bisa lain: kita yang meledak